Maksimal tiga kata (contoh: sisik naga temurun)

25 September 2019

Dampak Suhu Ruang Mesin Tetas Telur Ayam Terlalu Tinggi


Dampak suhu meain tetas telur terlalu tinggi - Pada masa penetasan atau 3hari sebelum ayam menetas, suhu serta kelembaban dalam mesin tetas ataupun pengeraman harus tetap stabil. Untuk penetasan yang melalui pengeraman induk betina harus diperhatikan keadaan sehu disekitar. Jika suhu cuaca dingin atau sedang musim hujan, ada baiknya jika kandang tersebut dipasang bolam. Sebaliknya, jika cuaca panas dan suhu semakin naik, usahakan melakukan penyiraman air dibawah kandang pengeraman.

Untuk masa penetasan melalui inkubasi atau mesin tetas. Suhu idealnya adalah 37 – 39C. Lebih baik jika diukur menggunakan thermometer. Sedangkan untuk kelembapannya bisa ditingkatkan menjadi berkisar 65% sampai 75%. Ada baiknya jika diukur menggunakan hygrometer. Agar tidak mengalami hal - hal yang tidak diinginkan. Untuk dampak suhu dan kelembaban ruang mesin tetas kurang ideal sudah saya rangkum pada materi sebelumnya.

Seperti judul artikel diatas kali ini saya akan mengulas sedikit informasi mengenai dampak suhu ruang mesin tetas telur ayam terlalu tinggi, antara lain sebagai berikut:


Dampak ruang mesin tetas telur terlalu tinggi


- Jika suhu ruang terlalu tinggi, akan menyebabkan embrio tidak dapat bertahan hidup pada hari ke-2 - hari ke-4. Dan untuk embrio telur usia 18hari anak ayam akan kesulitan membuka krambahnya untuk mencari kantung udaranya, karena anak ayam kesulitan untuk berputar.


- Jika suhu terlalu tinggi maka embrio dapat kekurangan air dan anak ayam yang menetas akan mengalami kekeringan. Dan untuk telur usia 20 hari. besar kemungkinan akan cacat fisik seperti mata tertutup dan sebagainnya.

- dampak lainnya jika suhu ruang inkubasi terlalu tinggi akan menyebabkan isi telur cepat menguap. Sehingga embrio akan kekeringan dan anak ayam sewaktu menetas menjadi sangat kecil.

- Adapun dampak yang sangat beresiko jika suhu ruang inkubasi terlalu tinggi. Apa bila anakan ayam mengalami kekeringan dan dehidrasi sebelum memecahkan telurnya. Maka besar kemungkinan telur tersebut akan gagal menetas.

Dan demikianlah artikel kali ini. Terimakasih untuk agan yang sudah meluangkan waktu untuk membaca dan semoga bermanfaat. Kunjungi juga www.bangkokterbaik.online untuk membaca artikel menarik lainnya. Dan salam satu hobi.

Add comments
Hide comments

No comments:

Post a Comment