Maksimal tiga kata (contoh: sisik naga temurun)

21 September 2019

Eksperimen Untuk Hasil Penyilangan Ayam Pejantan Bangkok Dengan Indukan Birma Berkualitas


Pada artikel kali ini saya tidak akan membahas apapun tentang tips merawat, mengobati ataupun ciri fisik ayam aduan. Mengapa demikian? Karena pada artikel kali ini saya hanya akan menulis cerita tentang moment, kenangan atau apalah namanya. Yang pasti isi artikel kali ini hanya untuk mengabadikan apa yang selama ini saya lakukan sehingga dapat menjadi kenangan pada masa nanti kedepannya.


Seperti judul artikel diatas yaitu eksperimen untuk hasil penyilangan ayam pejantan bangkok dengan indukan birma. Antara indukan babon jenis birma yang memiliki kulincahan dan pergerakan yang sempurna. Dan pejantan ayam bangkok yang mempunyai katuranggan (ubet/ naga mangsa) dan memiliki pukulan yang terbilang mematikan menurut saya.

Baca juga



Dibawah ini adalah kaki anakan ayam dari kedua indukan diatas, mungkin bisa meneruskan bakat dari pejantannya. Walaupun belum pasti.


Dan dibawah ini adalah deskripsi dari kualitas indukan ayam tersebut.

-Keunggulan pertama adalah pergerakan yang baik seperti mendongkrak, seakan - akan tak mau berhadapan jika lawannya terlalu tinggi, dan memilih jalan lain untuk menyerang.

-Masuk kesela sela sayap guna mengatur setrategi untuk melepaskan pukulan.

-Paling anti pukulan karena sudah terlihat gerakannya yang super ulet, masuk kesela sela sayap kanan dan kiri, jika hal tersebut masih terasa sulit indukan akan melakukan dongkrakan. Sehinggan mengatur serangan dari belakang.

-Jika lawan akan melakukan pukulan. Indukan tersebut merapatkan kepalanya kebawah, sehingga pukulan lawan hanya mengarah keatas kepala indukan ayam tersebut.

-Depan rapat tengok/ ngalung (ngunci) kanan dan juga kiri. Mencari sela untuk melepaskan pukulan ke kepala. (Sebenarnya ada videonya namun terhapus). Dan sekarang sudah aktif hanya untuk memproduksi telur.

Untuk deskripsi pemacek, saya hanya menginformasikan tentang pukulannya.

Untuk pukulannya terbilang sangat menyakitkan, bahkan pukulan kerasnya mampu mematahkan leher lawannya. Terlebih jika lawan memiliki postur badan yang lebih kecil serta pendek, mungkin sudah dibuat lumpuh, hanya dengan waktu satu air/ 15 menit.

Walaupun pemacek atau pejantan terbilang masih muda, karena usia masih diantara 1 setengah - 2th. Tapi, pemacek tersebut memiliki postur yang tinggi, tulangan leher yang besar, kuat dan rapat, tulangan badan tebal serta panjang, sayap yang terbilang layak untuk dijadikan petarung unggulan (berbulu lebat dan rapat), pangkal ekor besar, rapat dan juga kuat (untuk pergerakan ekor).

Namun, menurut agan pasti sangat - sangat masih muda. Yaiyalah wong baru menang 2 kali. Bagi saya juga terlalu terburu - buru, tapi apa daya, indukan rasanya ingin di cus. Dan rasa ingin mengawinkan kedua ayam tersebut sudah tak tertoleransi. Sehingga mendorong hati untuk ingin segera merawat keturunannya sebelum terlambat.


Mengapa sebelum terlambat? Karena induk babon tersebut adalah satu satunya dari 11 telur yang menetas, dan pejantan dari induk babon tersebut mati tak diduga (diketahui sebabnya, namun ceritanya panjang). Dan untuk induk dari babon tersebut mati karena terserang tetelo.


Untuk itu saya sangat berharap banyak agar anakan ayam tersebut akan menghasilkan ayam aduan yang berkualitas. Dan demikianlah artikel kali ini mengenai eksperimen untuk hasil penyilangan ayam pejantan bangkok dengan indukan birma, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, dan salam satu hobi.

Add comments
Hide comments

No comments:

Post a Comment